Langsung ke konten utama

Brewing and Live Blogging with Praketa Kopi


Hari Minggu 1 Mei 2016, kira-kira jam 6 pagi , tiba-tiba hp berbunyi, ternyata ada sms masuk. langsung saja aku buka sms itu dan....ternyata isinya adalah agar segera melakukan pendaftaran ulang untuk mengikuti "Brewing and Blogging with Praketa", event yang pernah aku sharing dan posting juga di blog ini. Ayeee....akhirnya panitia berbaik hati meloloskan diriku ikut event ini, setelah beberapa hari menunggu kabar apakah aku bisa ikut karena peserta terbatas...yesss.

Pukul 08.30 wib aku berangkat dari Purbalingga langsung menuju ke Praketa Kopi, Warung Kopi Purwokerto yang ada jl. HR. Bunyamin 129 (belakang BNI Unsoed). Sekitar pukul 09.30 sampai juga di Praketa Kopi dan langsung disambut hangat sama mas Dhimas, salah satu pamong Praketa Kopi. oya..di Praketa kopi ngga ada istilah barista, penyeduh kopi, tapi lebih dipakai istilah Pamong Praketa.  Praketa Kopi ini adalah warung kopi manual brewing atau seduh manual, maksudnya ya dalam pembuatan minuman kopinya tanpa menggunakan mesin tapi menggunakan alat seduh manual seperti aeropress, v60, vietnam drip, frenchpress, moka pot dan masih ada lagi lainnya.

Ini sebenarnya bukan kali pertama aku datang di Praketa Kopi. Dari awal tahu warung kopi ini, penasaran, kenapa sih namanya Praketa? kirain emang karena berdiri di kota Purwokerto, orang tua jaman dulu bilang Purwokerto kadang Praketa..hehehe...ternyata baru tahu arti Praketa sebenarnya dari mas Indra waktu menceritakan asal kata Praketa.  Praketa berasal dari bahasa Sansekerta, yang artinya pengetahuan dan pengetahuan berasal dari pengalaman.  Jadi Praketa Kopi adalah sebuah warung kopi yang menyajikan pengalaman ngopi, tidak melulu soal kopi, rasa kopi, panen, pasca panen, seduhan dan teknik seduh kopi, tapi juga memberikan pelayanan yang ramah, tempat dan suasan yang nyaman serta obrolan santai bersama teman.  Kapi kalau aku, sering datang sendiri ke tempat ini, aku ngga takut ngga ada teman ngobrol, justru di Praketa Kopi aku bisa dapet temen baru dan ngga akan kesepian karena para Pamong Praketa ramah dan suka ngobrol juga...hahahah.  Kamu bisa browsing www.praketakopi.com atau follow akun IG @praketakopi , disitu kamu bisa tahu lebih jauh tentang Praketa Kopi, sebelum datang langsung ke warung kopinya
Dapet kenalan Banyumas Blogger

Di Warung kopi ini aku akhirnya ketemu dan berkenalan langsung dengan mba Olipe dan beberapa teman blogger lainnya.  Maklum saya blogger baru,,hehehe...malah aku terus di inviet mas Pradna di grup Whatsapp Blogger Banyumas...wah...suatu kehormatan sekali...maturnuwun lho..hehehe... banyak manfaatnya juga di komunitas ini.  lewat blognya mba olip, www.olipeoile.com atau akun IG @olipe_oile , kamu bisa dapetin banyak informasi tentang tempat kuliner, tempat untuk traveling dan event - event di Purwokerto, Purbalingga dan sekitarnya. Buat aku, blognya mba olipe ini bermanfaat banget, secara aku suka dolan dan ngopi..hahahah.
Alat seduh pour over v60

Saatnya brewing kopinya....Di acara ini para peserta boleh memilih kopi apa yang akan diseduh dan bebas menggunakan cara seduh apa saja. Di Praketa Kopi ini tersedia beberapa single origin. Ada 2 jenis kopi disini, Arabika dan Robusta.  Kopi arabika rasanya lebih variatif dan cenderung asam, dari beberapa informasi, kopi ini ditanam di ketinggian 600 - 2000 dpl, sedangkan kopi robusta rasanya lebih pait dan tumbuh di ketinggian 200 - 800 dpl, kandungan kafeinnya 2x dari kopi arabika. Trus..Single Origin itu apa ? hehehe..awalnya aku juga bingung..tapi di Praketa Kopi juga aku jadi tahu Single Origin, yaitu biji kopi yang dihasilkan oleh perkebunan di wilayah geografis tertentu yang memiliki keunikan karakter dan cita rasa tersendiri.  Di Praketa Kopi tersedia beberapa Single Origin. Untuk arabika ada Aceh Gayo, Mandhailing, Flores Bajawa, Bali Kintamani dan Enrekang. Sedangkan untuk jenis kopi Robusta ada Lampung dan Dampit.  Nah...masing-masing single origin punya rasa, aroma, keasaman dan body yang berbeda.  Kalau kamu masih baru mau mencoba, takut ngga suka atau salah pilih, ngga tahu mau pesan kopi apa..ngga usah khawatir. Disini para Pamong Praketa yang ramah pasti bakal bantuin kamu untuk memilih kopi yang pas dengan seleramu. Dan buat kamu yang ngga suka kopi hitam..tenang aja..disini juga ada affogato, es krim yang disiram espresso..hhmmm..dingin, manis tapi ada pahitnya..unik kan ?? ada juga iced/hot cappucino, iced/hot latte, iced/ho caramel machiato dan masih banyak lagi minuman kopi yang lain.
Pamong Praketa abal-abal..hahaha

Dari beberapa alat seduh manual yang tersedia di Praketa Kopi, aku memilih metode pour over, v60, single origin Bali Kintamani. Kenapa aku pilih itu ?? ngga ada alasannya sih..hahaha..karena aku memang suka semua metode manual brewing dan semua kopi indonesia.  Buat aku masing - masing teknik menghasilkna cita rasa kopi yang berbeda dan masing - masing kopi memiliki keunikannya sendiri. Alasan siang ini aku memilih kopi Bali Kintamani karena menurutku pas untuk diriku di siang ini.  Bali Kintamani menurutku memiliki rasa asam jeruk, tidak pahit, sedikit manis body sedang. Pas dengan cuaca diatas warung kopi Praketa Kopi yang cerah..hahaha....dan diseduh dengan pour over V60, membuat kopi yang dihasilkan juga lebih jelas karakternya.  Sekilas tentang teknik pour over, cara seduh ini menggunakan alat semacam corong yang dibalik dan di dalam corong itu dimasukkan kertas saring sebagai penyaring kopinya. Biji kopi yang sudah dipanggang (roasted bean) ditimbang sebanyak 10 gram, lalu di dihaluskan menggunakan alat mesin grinder dengan tingkat kehalusan tertentu, oya..disini ngga tersedia kopi instan ya adanya roasted bean, untuk teknik pour over menggunakan tingkat kehalusan yang agak kasar. Serbuk kopi di letakkan di dalam "corong" yang sudah diberi kertas filter tadi, kemudian tuangkan sedikit air yang telah direbus dengan suhu kurang lebih 90 derajat celcius untuk membasahi serbuk kopi, biarkan sekitar 30 detik agar kopi mengembang atau istilahnya blooming. Jangan lupa sebelum brewing dibawah alat v60 ada gelas untuk menampung air kopinya..hehehe.  setelah 30 detik, tuangkan sisa airnya secara perlahan hingga kurang lebih 130 ml, atau kita bisa ukur dengan timbangan. Taraaaa.........jadilah..dan tunggu 4 menit baru kita nikamti...hhmm..baunya harum...enak..segerrr...minum kopi bareng dengan para Banyumas Blogger di Warung Kopi Purwokerto, Praketa Kopi. 
Ini dia..hasil seduhanku...Bali Kintamani, pour over

Acara hari ini berkesan dan asik banget.  Buat aku merupakan pengalaman baru bisa brewing dan langsung blogging bareng teman - teman blogger dan penyuka kopi juga.  Lain waktu aku lanjutin lagi cerita tentang kopi dan manual brewing-nya..dan kalau kamu suka ngopi juga..kita bisa ngopi bareng di Praketa Kopi ini, warung kopi Purwokerto yang asik tempatnya, suasana nyaman, santai, iringan musiknya juga bikin suasana ngopi makin santai, para pamong Praketa yang siap sedia melayani denga senyum manis dan keramahannya, apalagi kamu bisa sharing dan cerita tentang kopi bersama mereka. "Karena kopi adalah pengalaman" biarkan kopimu bercerita tentang dirinya. Selamat ngopi.
   
      
Suasana Warung Kopi Praketa Kopi..santai, asik..mari ngopi

Komentar

  1. lengkap banget deh ini postingannya..

    BalasHapus
  2. Wah mas Wawan. Kombinasi antara Penikmat Kopi, Blogger dan Runners kerenn 👣👣👣

    Lanjutt artikel berikutnya mas wan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warung Makan Rawisan Ninine

Lama banget gue biarin blog ini kosong, postingan pertama langsung tentang makanan deh hehehe... Udah lama sebenernya gue pengin nulis tentang kuliner di sini, tapi baru sempet sekarang. Yaah..daripada ngga...walaupun udah banyak juga kuliner yang ngga sempet gue share di sini. Lain waktu aku share deh ya...
Tadi siang gue diajakin makan siang sama temen karna ngerayain ultah perkawinannya dan akhirnya tibalah gue di "warung kupat rawisan ninine". Warung ini letaknya di desa Kutasari, telaga, Purbalingga. Warungnya sederhana banget, model rumah biasa gitu. Warung ini walaupun letaknya lumayan terpelosok, tapi udah terkenal karna rasa terik ayamnya yang katanya enak. Gue jadi penasaran pengin cobain.
Di dalam warung suasananya juga sederhana banget. Walaupun bangunannya udah bangunan tembok, tapi suasana rumah desa, ditambah sekitar masih kebun kosong dan banyak pohon, bikin semilir angin terasa seger dan sejuk di badan.
Di atas meja udah disediain beberapa masakan khas ped…

Telaga, kutasari - Purbalingga

Nah...abis makan di warung "Ninine" ga jauh dari situ ada tempat yang dikenal namanya Telaga. Kalo gue liat di KBBI online, telaga itu artinya danau, kolam, perigi. Tempat yang satu ini menurut gue lebih tepat kolam...iya kolam yang besar, airnya jernih banget, dingin karna langsung dari mata airnya. Seger banget rasanya air ini. Telaga ini biasa dipake oleh penduduk di desa ini untuk sekedar berenang dan main air. Gue liat juga banyak anak-anak yang sedang berenang disini. Sayang banget...gue ngga bawa celana pendek buat berenang di sini. Buat gue tempatnya cukup asik..ditambah di depan telaga sawah yang luas, viewnya bagus banget..bikin mata kita adem dan fresh deh...
Udaranya seger, sejuk walaupun ngga dingin ya..tapi bikin dada kita plong gitu...asik deh guys...kapan-kapan sempetin kesini lagi deh.

My wedding anniversary culinary

Bener ngga sih itu judulnya...hehehe...ceritanya hari Selasa kemarin tepatnya tanggal 23 Juni adalah tanggal yang bersejarah buat gue dan istri gue, karna tanggal itu adalah tanggal dimana kita dipersatukan dalam sebuah janji pernikahan yang suci..hehehhe..sok dramatis banget ya gue...yang jelas gue ngerayain ulang tahun pernikahan gue bareng istri, berdua, dengan nonton bareng di bioskop. Ceritanya kaya pacaran lagi gitu..hehehe..
Sebelum nonton gue sempet makan dulu di Gastro canteen. Itu tempatnya di jl. KH.Wahid Hasyim No.102 Purwokerto, satu lokasi sama tempat futsal Orion. Gue pengen share tempat ini ke kalian karna emang tempatnya cukup cozy buat kamu yang lagi ngedate sama gebetan hehehe...atau cocok juga buat makan bareng keluarga, ada beberapa permainan kecil gitu kaya ular tangga, uno, dll yang bisa buat ngisi waktu sambil nunggu pesenan dateng. Asik juga buat tempat ngumpul bareng temen-temen. Konsepnya cafe gitu, suasananya santai banget.
Namanya tempat makan, klo masaka…